Bila PJ Gub Menggunakan Ilmu Durin
Selasa, 21-06-2022 - 11:39:15 WIB 👁19404
Baca juga:
   
 

Mediasindonews.com | Bangka Belitung - kini lagi musim durian. Di sepanjang jalan durian bertumpuk tumpuk. Harganya masih relatif mahal, alasan penjual, karena ini hanya buah sela. Artinya bukan saatnya panen raya.

Kendati demikian tetap banyak yang beli. Bahkan tidak sedikit yang makan ditempat. Tampak mereka sangat senang, terlebih mereka yang datang dari luar Bangka Belitung. Sebut saja Jakarta, misalnya.

Persoalan harga terkadang tak masalah, walau menawar...tapi itu sebatas basa basi, diturunkan harganya Alhamdulillah, tak diturunkan pasti dibeli karena sudah kebelet mau makan durian.

Durian di Bangka Belitung, agak beda dengan Jakarta. Sebab di Bangka Belitung, duriannya jatuh bukan dipetik. Artinya memang masak di pohon. Kalau di Jakarta, durian didatangkan dari berbagai daerah, karena dipetik banyak yang tak ada rasa, alias mentah.

Karena itu, bila tidak mampu mengendalikan diri, makan durian di Bangka Belitung, sedikit berbahaya. Apalagi bagi mereka yang memiliki kandungan kolestrolnya tinggi. Makan beberapa biji saja, muka langsung merah, kepala mulai nyut nyutan.

Tapi bagi yang sudah terbiasa makan durian, tentu ini ada cara tangkalnya. Ini kearifan lokal yang sudah turun temurun.Atok, kakek nenek yang memamg punya kelekak durian, mengajarkan bahwa seusai makan durian, gunakan kulit durian sebagai wadah untuk minum dan mencuci tangan. Karena di dalam kulit durian itu ada penangkalnya.

Mungkin dengan belajar para kearifan lokal, PJ Gub berkeyakinan, di dalam prilaku kalangan ilegal mining, masih tersimpan rasa malu bagi pelakunya. Sehingga dengan rasa malu yang tersisa itu, ada aksi koreksi diri. Sehingga ada rasa malu yang sangat mendalam bila melakukan lagi. Ini kalau positif tinhking, bahwa membasmi preman hanya efektif memanfaatkan preman.

Ini berpikir positifnya. Bisa saja " tanggungjawab" yang diberikan PJ Gub kepada Aon, itu adalah racun yang siap membunuhnya secara berlahan. Sebab tanggungjawab itu, tentu akan sangat berat baginya, mengingat pada dasarnya biang kerok dari tambang ilegal, adalah kalangan smelter itu sendiri.

Mereka menggunakan kaki tangannya, mendrop uang untuk pembelian biji timah hasil tambang masyarakat. Bahkan umumnya, para pemilik smelter, termasuk Aon, ikut membiayai masyarakat untuk menambang. Padahal sebelumnya, ada sebagian dari mereka tidak tertarik untuk menambang. Namun karena dikasih pinjaman modal kerja dan perangkat tambang, terlebih mendengar " tetangganya kaya, kebeli mobil" dari tambang.

Bagi masyarakat Bangka Belitung memang tidak asing dengan sosok Aon. Sayapun sering mendengar nama itu, namun sampai kini tak tahu orangnya, besar, gemuk, kurus, jangkung, kecil, atau ganteng...rupanya. Namun saya dapat memastikan smelter milik Aon adalah penampung timah ilegal. Apakah itu tambang rakyat yang tak berijin dan berada dalam kawasan hutan, maupun tambang rakyat di dalam.konsesi PT Timah yang ditambang secara ilegal maupun yang mendapat Surat Perintah Kerja atau SPK.

Seorang pejabat PT Timah sempat berkisah, bahwa hanya 30% saja, biji timah yang ditambang oleh mitra kerja maupun masyarakat secara ilegal yang masuk ke Smelter PT Timah. Nah artinya, 70% masuk ke Smelter swasta. Jelas ini ilegal yang menguntungkan swasta.

Sementera mereka tidak dibebani tanggungjawab untuk mereklamasi areal tambang yang digarap masyarakat. Dan tentu ini akan dibebankan kepada PT Timah, sehingga akan menggelembungkan biaya produksi dan operasional. Sehingga pada akhirnya mengurangi keuntungan PT Timah.

Perlu dipahami rugi atau berkurangnya keuntungan PT Timah, ini akan berdampak pada pergerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat Bangka Belitung. Artinya,masyarakat sangat dirugikan oleh prilaku smelter swasta ini, termasuk oleh Aon dengan sejumlah smelternya yang tersebar di Bangka Belitung.

Salah satu smelter milik Aon, adalah PT MCM di wilayah Ngumbak, Kelapa Kampit. Perusahaan ini memiliki areal konsesi sekitar 49 hektar di wilayah Gunung Kik Kara. Tapi konsesi ini hanya kamuflase saja. Tidak ada kandungan timahnya. Adapun sejumlah alat berat yang ada di lokasi, itu hanya sebatas menunjukan seola olah berproduksi. Padahal faktanya smelter ini menampung timah ilegal.

Tiap bulan, berdasarkan info yang didapat, PT MCM mengeluarkan balok timah dalam kisaran 250 ton hingga 300 ton. Sementara biji timah dari konsesi sendiri nyaris tidak ada. Lantas dari mana biji timah yang masuk ke smelter MCM itu.

Artinya, sangat tak salah bila kemudian, PJ Gub menunjuk Aon untuk menjadi Ketua Tim Satgas tambang ilegal. Kalo Aon ada urat malu, maka fakta efektifnya, Satgas ini, Smelter milik Aon di Kampit, berhenti total. Bila terus berproduksi artinya tim satgas tak efektif. Dan PJ Gub perlu menempuh kebijakan lain. Termasuk mempidanakan para pemilik smelter swasta, karena merekalah biang kerok dari ilegal maining ini.(Rikky)

Editor:Doni




 
Berita Lainnya :
  • Pembukaan Pacu Jalur Kuansing 2024, Seluruh Pejabat Tinggi Diarak Dengan Perahu Baganduang
  • Forum Evaluasi Yon Komposit TA 2026, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Tegaskan Pentingnya Penetapan Status Definitif Yon Komposit Gardapati
  • Cek Kesehatan Gratis ASN Diskominfo Siak,  Dorong Aparatur Sehat dan Produktif.
  • Siswi SMAN 2 Dayun Raih Medali Emas Di Ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasinal 2026 Bidang Kedokteran Dasar
  • Andy Chandra Ikut Prihatin dengan Kondisi Negara, Ini Saran yang Diusulkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    1 Pembukaan Pacu Jalur Kuansing 2024, Seluruh Pejabat Tinggi Diarak Dengan Perahu Baganduang
    Rabu, 21-08-3024 - 18:56 WIB
    2 Forum Evaluasi Yon Komposit TA 2026, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Tegaskan Pentingnya Penetapan Status Definitif Yon Komposit Gardapati
    Rabu, 22-07-2026 - 20:40 WIB
    3 Cek Kesehatan Gratis ASN Diskominfo Siak,  Dorong Aparatur Sehat dan Produktif.
    Selasa, 21-07-2026 - 23:04 WIB
    4 Siswi SMAN 2 Dayun Raih Medali Emas Di Ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasinal 2026 Bidang Kedokteran Dasar
    Senin, 20-07-2026 - 21:31 WIB
    5 Andy Chandra Ikut Prihatin dengan Kondisi Negara, Ini Saran yang Diusulkan
    Senin, 20-07-2026 - 18:49 WIB
    6 Perkuat Kematangan Penyelenggaraan Statistik, Pemkab Siak Dievaluasi oleh Tim BPS
    Senin, 20-07-2026 - 12:04 WIB
    7 Kodam XIX Tuanku Tambusai Hadir dalam Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Semangat Hidup Sehat dan Cegah Karhutla
    Minggu, 19-07-2026 - 19:35 WIB
    8 Reuni Akbar Alumni MTs Taufiqiyah dan MTs N 1 Siak Kenang Jejak Pendidikan Islam Masa Kesultanan Siak
    Sabtu, 18-07-2026 - 22:59 WIB
    9 Temui Wapres Gibran, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA 
    Jumat, 17-07-2026 - 10:41 WIB
    10 Kodam XIX Tuanku Tambusai Bersama Pemkab Pelalawan Buka TMMD Ke-129, Hadirkan Pembangunan Fisik dan Pemberdayaan Masyarakat
    Rabu, 15-07-2026 - 22:21 WIB
    11 1. Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Sinergi Strategis, Pangdam Sambangi Kajati Riau
    Senin, 13-07-2026 - 12:17 WIB
    12 Kadishub Tersandung Hukum, Sekda Ingatkan ASN Siak Pesan Bupati
    Minggu, 12-07-2026 - 22:51 WIB
    13 Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Konektivitas Wilayah, Jembatan Garuda Capai Tahap Strategis
    Sabtu, 11-07-2026 - 19:25 WIB
    14 Satresnarkoba Polres Dumai Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Narkotika, Dua Pria Diamankan*
    Jumat, 10-07-2026 - 22:11 WIB
    15 Kodam XIX Tuanku Tambusai Pastikan Satgasyon 132/Bima Sakti Siap Tugas, Asops Tekankan Disiplin dan Profesionalisme
    Jumat, 10-07-2026 - 19:56 WIB
    16 Bupati Afni Ajak 16 Ribu ASN Siak Jadi Penggerak Perubahan Lewat Gerakan Indonesia ASRI.
    Kamis, 09-07-2026 - 10:49 WIB
    17 Polres Dumai Amankan 220 Butir Diduga Pil Ekstasi, Seorang Pria Ditangkap di Dumai Timur*
    Rabu, 08-07-2026 - 21:28 WIB
    18 Jembatan Presisi di Merempan Hulu Permudah Akses Tiga Dusun, Bupati Afni : Apresiasi Dukungan Polri
    Rabu, 08-07-2026 - 11:31 WIB
    19 Afni Temui Arwin AS Bersama Direktur BSP, Bahas Masa Depan Perusahaan Daerah.
    Rabu, 08-07-2026 - 08:18 WIB
    20 Direktur Baru BSP Dilantik, Bupati Siak Minta Robi Junipa Segera Tuntaskan Tiga Agenda Prioritas.
    Selasa, 07-07-2026 - 11:45 WIB
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © mediasindonews.com